Wiwin
Life, Style, Growth, Family, Health
Ia akan datang seperti senja yang merambat pelan, Menyerbukkan rindu di antara sela-sela waktu. Bukan dengan gemuruh, bukan dengan pesta, Tapi dengan bisik angin yang membelai lara. Ia akan menyapa lewat gerimis yang jatuh teduh, Membasuh semua dusta di pelupuk mata. Kau tak perlu mengejar cinta yang jujur, Selalu menemukan jalannya…
Read more »Angin membawa kabar tentangmu pagi ini, ia berbisik lewat gemerisik daun jati. Katanya, kau sedang merajut rindu dengan jarum-jarum bulan purnama. Aku pun mulai menulis surat di atas pasir pantai, tapi ombak datang membasuhnya perlahan. "Tak perlu kata-kata," kata laut padaku, "cinta sejati selalu tahu cara sampai.&…
Read more »Bukan titik, tapi koma; Perjalanan ini masih berlanjut. Meski kaki lelah, meski jalannya terjal, Aku tak akan berhenti di sini. Keyakinan adalah kompas butaku, Menuntun melewati belantara ragu. Jika dunia berbisik: "Menyerahlah!" Hatiku menjawab: "Aku masih bisa." Di setiap jatuh, ada tangan Tuhan, Di setiap …
Read more »Dalam hening malam yang tak bersuara, kulepas letih pada sajadah yang setia. Mukena putih menyelimuti rapuhku, dalam sujud panjang menuju-Mu. Tak perlu kata, tak perlu suara, air mata telah bicara tentang segalanya. Tentang rindu yang tak terucap, tentang luka yang lama mengendap. Kupanggil nama-Mu dalam diam, dengan har…
Read more »Malam turun pelan-pelan, seperti selimut tipis yang menenangkan. Di dalam kamar yang remang, hanya ada aku dan sehelai sajadah yang terhampar. Tak ada suara, kecuali detak jam di dinding dan bisik angin dari jendela yang terbuka sedikit. Aku duduk diam. Kedua tangan menangkup di depan dada. Air mata sudah lebih dulu jatuh bahkan s…
Read more »(Monolog seorang hamba dalam sepi malam) Sunyi menyelimuti malam. Di atas sajadah yang telah basah oleh air mata, seorang hamba menunduk dalam diam, menggigil bukan karena dingin, tapi karena rasa yang tak bisa ia bagi pada siapa pun selain kepada Sang Maha Mendengar... Hamba: Ya Allah... Aku datang lagi malam ini, dengan hati…
Read more »Dalam diam, aku terjebak, di antara bayang dan kenang yang tak jua retak. Langkah-langkahku menggema sendiri, menyusuri lorong sunyi yang tak berhenti. Sunyi bukan sekadar sepi, ia bisik yang menggoda hati, merangkak masuk lewat celah rindu, mengikatku, tak mampu berlalu. Kubiarkan malam menelanku perlahan, dalam dekap luk…
Read more »Lentera Hati di Ujung Senja Senja itu, langit Jakarta memerah jingga, sama seperti hatiku yang remuk redam. Aku duduk ditaman kecil dipinggiran kota, menatap lampu-lampu kota yang mulai menyala, namun tak mampu menerangi kegelapan hatiku. Ujian demi ujian datang tanpa henti, menguji batas kesabaranku. Aku merasa seperti biduk keci…
Read more »Kau datang, tak dengan janji, hanya dengan mata yang tenang menatapku, dan aku yang terbiasa sendiri, mulai takut pada rasa yang tumbuh tanpa kuundang dulu. Ada hangat dari caramu mendengar, dari sabar yang kau letakkan dalam tiap tanya, dari diam yang justru memelukku lebih erat, seolah kau mengerti, hatiku tengah belajar pe…
Read more »Ya Allah... Inilah aku, datang dalam diam, dengan hati penuh luka, dan jiwa yang nyaris hampa, kupasrahkan segalanya kepada-Mu. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, kemanapun melangkah, semua terasa gelap, aku lelah menebak jalan hidupku sendiri, tapi aku tahu, Engkau selalu tahu. Tangisku sering tak terdengar, tapi Engkau pasti meli…
Read more »
Social Plugin