Di antara sunyi yang jatuh perlahan,
dan langit yang menyimpan rahasia,
ada namamu yang diam-diam kusebut
dalam doa yang tak pernah kau dengar suaranya.
Aku tak meminta langit segera menjawab,
tak pula memaksa waktu berpihak.
Sebab ada perasaan yang cukup dijaga
dalam diam, dan ada harapan yang lebih indah
ketika diserahkan kepada Sang Pemilik takdir.
Di sepertiga malam, kubawa namamu
bersama segala yang belum pasti.
Tentang percakapan yang perlahan terasa nyaman,
tentang pesan-pesan sederhana yang diam-diam dinanti,
dan tentang hati yang tanpa sadar
mulai menumbuhkan harapan dalam diam.
Namun, aku tak ingin mendahului kehendak-Nya.
Jika hadirmu memang bagian dari cerita yang telah lama disiapkan untukku,
semoga langkah kita didekatkan dengan cara yang baik,
pada waktu yang paling tepat,
tanpa harus kehilangan arah dalam menunggu.
Dan jika kelak jalan kita ternyata berbeda,
semoga aku tetap mampu tersenyum,
sebab pernah menyebut namamu dalam doa
bukan berarti aku ingin memiliki segalanya,
melainkan aku ingin apa pun yang tumbuh
di antara kita tetap berada dalam ridha-Nya.
Maka malam ini, kubawa namamu dalam sujudku.
Bukan untuk meminta agar kau menjadi milikku,
melainkan agar Allah menjaga hatiku,
menuntun langkahmu,
dan bila memang ada rumah
yang sedang Dia siapkan untuk kita pulang,
semoga suatu hari nanti kita sampai ke sana
Tanpa perlu memaksa takdir untuk datang.
Karena bagiku, mencintai dengan tenang adalah keberanian,
menunggu tanpa menggenggam adalah keikhlasan,
dan menyerahkan namamu kepada Allah adalah caraku berharap
tanpa lupa bahwa Dia selalu tahu
ke mana hati seharusnya berlabuh.
0 Komentar